Intensification of the Implementation of the Bride-to-be Course for Converts to Build a Samawa Family (Case Study at the KUA Office, Tosari Pasuruan District)

Authors

  • Muhammad Zulhykham Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Wakid Evendi Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Muhammad Zakki Universitas Sunan Giri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59525/rechtsvinding.2165

Keywords:

premarital course; muallaf; marriage guidance; family resilience; sakinah family

Abstract

This study aims to analyze the implementation of premarital courses for Muslim convert couples (muallaf) and identify the supporting and inhibiting factors in their implementation at the Office of Religious Affairs (KUA) of Tosari District, Pasuruan Regency. This research employed a qualitative approach using a field study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving the head and staff of the KUA, religious counselors, and muallaf couples. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that premarital courses for muallaf couples are conducted in three to four sessions using lectures, religious counseling, and the booklet Practical Guidance for a Happy Household. The materials cover Islamic faith, worship, marital responsibilities, family relationships, and the development of a harmonious household. Supporting factors include cooperation with religious organizations, Islamic boarding schools, religious counselors, and community groups, as well as social and financial assistance. Meanwhile, the main obstacles include family rejection of religious conversion, negative influences from social environments, economic limitations, and participants' difficulties attending counseling sessions. This study concludes that premarital courses for muallaf couples require more intensive, structured, and continuous guidance that addresses their specific religious, social, and economic needs to support the development of sakinah, mawaddah, wa rahmah families.

References

Aboror, K. (2015). Hukum perkawinan dan perceraian. Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Raden Intan Lampung.

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980.

Ahdiyani, D. A. (2017). Praktek kursus calon pengantin sebagai upaya KUA Kecamatan Secang Kabupaten Magelang dalam meminimalisir angka perceraian [Skripsi, Universitas Negeri Walisongo Semarang].

Asman, A., Sholihah, H., Zuhrah, Z., Abas, M., Hadi, A. I., Aziz, A., et al. (2023). Pengantar hukum perkawinan Islam Indonesia. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Asyrof, M. H. K., Sa'dullah, A., & Wafi, A. (2023). Penafsiran Surat Al-Baqarah ayat 221 dan Al-Maidah ayat 5 tentang pernikahan beda agama perspektif empat madzhab. Jurnal Hikmatina, 5(2), 96–103.

Azzam, A. A. M., & Hawwas, A. W. S. (2014). Fiqh munakahat. Amzah.

Ayla, R. (2020). Model komunikasi dakwah dalam menekan tingkat KDRT di KUA Kecamatan Tanjung Lombok Utara. Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram, 9(2), 201–232.

Azizah, R. N. (2020). Sikap keberagamaan mualaf di Kabupaten Banyumas (Studi fenomenologi) [Tesis, Pascasarjana IAIN Purwokerto].

Azizah, [Inisial belum tersedia]. (2017). [Judul dan informasi penerbitan belum tersedia].

Dian, S. (2023). Pelayanan sayang warga di Balai RW sebagai bentuk pendekatan Kelurahan Darmo kepada masyarakat. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 3(2), 191–195.

Faruq, M. A. (2019). Efektivitas SUSCATIN dalam membentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah (Studi pelayanan masyarakat di KUA Papar Kabupaten Kediri). Jurnal El-Faqih, 5, 1–23.

Fatimah, I. P. (2020). Pernikahan beda agama: Kajian etnografi terhadap pernikahan beda agama di Perumahan Sendangmulyo Semarang [Disertasi, Fakultas Ilmu Budaya].

Gunawan, M. (2013). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. PT Bumi Aksara.

Halim, M. A. (2020). Analisis bimbingan konseling Islam dalam meminimalisir perceraian di KUA Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus [Disertasi, IAIN Kudus].

Hasan, M. A. (2003). Pedoman hidup berumah tangga dalam Islam. Siraja.

Hasbi, M. (2019). Dita milenial dalam moderasi peningkatan pelayanan penghulu (Studi kasus di KUA Parindu). [Informasi penerbitan belum tersedia].

Huda, M., & Thoif, T. (2016). Konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah perspektif ulama Jombang. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 68–82.

Hudafi, H. (2020). Pembentukan keluarga sakinah mawaddah warahmah menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 172–181.

Isnaini, M. (2019). Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin usia nikah dalam perspektif Kantor Urusan Agama Kecamatan se-Kota Palangka Raya [Disertasi, IAIN Palangka Raya].

Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2013). Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 189 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin.

Mawardi, A. (2017). Pendidikan pra nikah: Ikhtiar membentuk keluarga sakinah. TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 158–168.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (T. R. Rohidi, Penerj.). Penerbit Universitas Indonesia.

Murtadho. (2009). [Judul dan informasi penerbitan belum tersedia].

Na'mah, U. (2016). Pentingnya peran SUSCATIN (Kursus Calon Pengantin) dalam membendung laju perceraian. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 7(1), 146–174.

Nashirun, M. (2017). Pelaksanaan kursus calon pengantin bagi pernikahan muallaf (Studi pada KUA Kecamatan Pringsewu) [Disertasi, UIN Raden Intan Lampung].

Nurhidayah, S. A. (2018). Program bimbingan pranikah bagi pasangan suami istri (Pasutri) di KUA Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo [Disertasi, IAIN Ponorogo].

Nurjannah, N. (2019). Efektivitas pelaksanaan kursus calon pengantin sebagai syarat perlengkapan pencatatan pra nikah (Studi kasus di Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara) [Disertasi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara].

Rahman, N. M. (2019). [Judul dan informasi penerbitan perlu dilengkapi].

Rukajat, A. (2018). Pendekatan penelitian kualitatif (Qualitative research approach). Deepublish.

Rusdiyanto, S. F. (2023). Peran penyuluh Pusat Layanan Keluarga Sakinah dalam membentuk keluarga sejahtera bagi pasangan pasca nikah di KUA Kecamatan Sumbersari Jember [Disertasi, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember].

Samani. (2012). [Judul dan informasi penerbitan belum tersedia].

Santoso. (2020). [Judul dan informasi penerbitan belum tersedia].

Satori, D., & Komariah, A. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Shihab, M. Q. (t.t.). [Judul karya dan tahun penerbitan belum tersedia].

Strauss, A., & Corbin, J. (2013). Dasar-dasar penelitian kualitatif: Tatalangkah dan teknik-teknik teoritisasi (M. Shodiq & I. Muttaqien, Penerj.). Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumantri, M., dkk. (2000). [Judul dan informasi penerbitan belum tersedia].

Suyanto. (2019). Peran KUA dalam menyelesaikan konflik perkawinan dengan pasangan muallaf (Studi kasus di KUA Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau). [Informasi institusi penerbit belum tersedia].

Syaibani, A. (2019). Pembinaan pernikahan muallaf dalam rangka mewujudkan keluarga yang harmonis (Studi kasus di Desa Sumber Arum Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara) [Tesis, UIN Raden Intan Lampung].

Usman, A. M. (2021). Kewenangan pencatatan nikah melalui penghulu dan kepala KUA dalam perspektif Peraturan Menteri Agama dengan Peraturan Pendayagunaan Aparatur Negara. Harmoni, 20(1), 144–165.

Wahyuni, W. (2023). Kriteria memilih pasangan hidup dalam membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah perspektif hukum Islam (Studi kasus di Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara) [Disertasi, IAIN Palopo].

Warsono, & Hariyanto. (2013). Pembelajaran aktif: Teori dan asesmen. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Zulhykham, M., Evendi, W., & Zakki, M. (2026). Intensification of the Implementation of the Bride-to-be Course for Converts to Build a Samawa Family (Case Study at the KUA Office, Tosari Pasuruan District). Rechtsvinding, 4(2), 397–408. https://doi.org/10.59525/rechtsvinding.2165

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.