The Judge's Authority in Issuing Rehabilitation Decisions for Narcotics Abuse is Reviewed Based on Law No.35 of 2009

Authors

  • Eka Kurniawatie Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.59525/rechtsvinding.1905

Keywords:

authority of judges; rehabilitation; narcotics abusers; Law Number 35 of 2009; criminal law

Abstract

The authority of judges to impose rehabilitation decisions for narcotics abusers constitutes a crucial component of a justice system oriented toward protection and recovery. Under Law Number 35 of 2009 on Narcotics, particularly Articles 54, 103, and 127, judges are empowered to order medical and/or social rehabilitation for addicts and victims of abuse. This framework reflects a shift from a purely punitive approach to one that emphasizes therapeutic and restorative justice. This study analyzes the legal basis of such authority and finds that judicial discretion is applied within clear normative limits. Decisions must be supported by integrated assessment results, evidence that the defendant is an abuser or addict, and confirmation of non-involvement in illicit trafficking networks. In practice, judges consider juridical, sociological, and psychological factors when determining whether rehabilitation or imprisonment is appropriate. The findings highlight that rehabilitation decisions play a strategic role in achieving the broader objectives of criminal law, including recovery, prevention, and reduction of recidivism. Judges act as key actors in balancing legal certainty, utility, and justice. Effective implementation requires consistent application of legal norms, strong inter-agency coordination, and robust assessment mechanisms. Ultimately, rehabilitation serves not only as a legal instrument but also as a means of protecting human rights and facilitating the social reintegration of offenders.

References

Ali, Z. (2016). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Arief, B. N. (2010). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arief, B. N. (2011). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Arief, B. N. (2013). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Crime, U. N. O. on D. and. (2022). World Drug Report 2022: Public Health and Human Rights Approach. Vienna: UNODC. Retrieved from UNODC website: https://www.unodc.org/unodc/en/data-and-analysis/wdr2022.html

Ibrahim, J. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Indonesia, R. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Jakarta: Sekretariat Negara.

Lamintang, P. A. F. (2017). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, S. (2010). Penemuan Hukum:Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Mertokusumo, S., & Pitlo, A. (2010). Bab-Bab Tentang Penemuan Hukum. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Muladi. (2002). Hak Asasi Manusia, Politik, dan Sistem Peradilan Pidana. Jakarta: Refika Aditama.

Peraturan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Negara RI, Kepala BNN, dan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: 12/MENKES/PB/I/2014, Nomor: PB 01 Tahun 2014, Nomor: 01/A/JA/01/2014, Nomor: 1 Tahun 2014, Nomor: 70 Tahun 2014, Nomor: M.HH.11.OT.01.01 Tahun 2014 tentang Penanganan Pecandu Narkoba dan Korban Penyalahgunaan Narkoba ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. (2014). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/35053/peraturan-bersama-no-12-tahun-2014

Prasetyo, A. (2010). Pemidanaan dan Sistem Pemasyarakatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

RI, D. J. P. K. H. dan H. A. M. (2023). Statistik Pemasyarakatan: Data Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan Tahun 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Retrieved from Direktorat Jenderal Pemasyarakatan website: https://www.ditjenpas.go.id/

Soekanto, S. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Sudarto. (1981). Tugas dan Wewenang Hakim Pidana. Semarang: Universitas Diponegoro.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan, Pecandu, dan Korban Penyalahgunaan Narkoba ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. (2010). Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/43361/sema-no-4-tahun-2010

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. , Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062 § (2009). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Kurniawatie, E. (2026). The Judge’s Authority in Issuing Rehabilitation Decisions for Narcotics Abuse is Reviewed Based on Law No.35 of 2009. Rechtsvinding, 4(2), 111–120. https://doi.org/10.59525/rechtsvinding.1905

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.