Habituation of Kaheman Rice in Building Students' Character (Case Study at SMPN 2 Campaka)
DOI:
https://doi.org/10.59525/gej.1301Keywords:
Character; Habituation; Beas Kaheman; Local WisdomAbstract
This research is based on the challenges of moral degradation and empathy crises among the younger generation due to digital disruption, as well as the gap between character education policies and practical realities in the field that still tend to be cognitive. This study aims to analyze the implementation of the "Beas Kaheman" habituation program as a form of revitalization of Sundanese local wisdom (perelek) in building the character of mutual cooperation, empathy, and religiosity in students, the researcher uses a case study approach with a qualitative type of research. Data was collected through methods, participatory observations, in-depth interviews with principals, teachers, and students, and documentation in the form of progress reports on the collection of Beas Kaheman results. The selection of samples in the study was carried out by purposive sampling. The data analysis technique follows the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of the study showed that: (1) The implementation of Beas Kaheman was carried out in a structured manner every Thursday (in conjunction with the Nyanding Wawangi program), students voluntarily brought a handful of rice to be distributed to those in need. (2) This program can or succeeds in internalizing the main character values, namely social care (empathy), mutual cooperation, religiosity, and responsibility. (3) There is a positive transformation in student consciousness, from motivation that was initially instructional to intrinsic motivation (self-awareness) which is characterized by consistency of participation. (4) The main supporting factors are the example of teachers and parental support, while the inhibiting factors include limited storage facilities and lack of communication intensity with some parents. This study concludes that habituation based on local wisdom is effective as a concrete model of character education in schools.
References
Anker, S. (2009). Real Essays with Readings: Writing Project for College, Work, and Everyday Life. Boston: Bedford/St. Martin’s.
Azzahra, F., & Budiman, A. (2023). Implementasi program perelek beras dalam menumbuhkan sikap solidaritas sosial siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(2), 1020-1030. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i2.xxxx
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Budimansyah, D. (2010). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat. Bandung: Widya Aksara Press.
Fauzi, I., & Arifin, Z. (2023). Rekonstruksi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di era masyarakat 5.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45-58.
Gunawan, R., Mulyana, A., & Darsa, U. A. (2022). Etnopedagogi Sunda: Menggali nilai kearifan lokal untuk penguatan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(3), 345-360.
Hasanah, U. (2021). Revitalisasi kearifan lokal dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 67-78.
Hidayat, A. S., & Hermawan, R. (2020). Internalisasi Nilai Karakter Melalui Kearifan Lokal Beas Kaheman di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(2), 123-135.
Hidayat, A. S., & Hermawan, R. (2020). Internalisasi Nilai Karakter Melalui Kearifan Lokal Beas Kaheman di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(2), 123-135.
Khofi, M. B. (2025). EFEKTIVITAS PEMBIASAAN INFAQ DALAM MEMBANGUN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA. IHTIROM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 533–566.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kurniawan, D., & Fatimah, S. (2021). Tantangan pendidikan karakter di masa pandemi: Analisis fenomena cyberbullying pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 112-125.
Leonard. (2021). Pembentukan Karakter Peduli Sosial Siswa Melalui Kegiatan Infak Jum'at di SMA Negeri 1 Padang. Tadzakka, 1(1).
Lestari, P., & Purnomo, E. (2020). Evaluasi program penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kelas di sekolah menengah pertama. Jurnal Manajemen Pendidikan, 24(1), 89-100.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Maulana, H. (2024). Strategi internalisasi nilai profil pelajar pancasila melalui budaya religius di sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 31(1), 22-35.
Megawangi, R. (2004). Pendidikan Karakter: Strategi Tepat untuk Mendidik Anak di Era Global. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.
Mulyadi, Y. (2023). Transformasi nilai gotong royong melalui tradisi lokal di lingkungan pendidikan formal. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 10(1), 55-68.
Mulyasa, E. (2018). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. (2018). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Ngaqli, M., Muntaqo, R., & Munawaroh, H. (2020). Internalisasi Infaq untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial dalam Perspektif Pendidikan Islam (Kajian Q.S Al-Baqarah Ayat 215). Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an, 1(2), 79–83.
Nugraha, A. (2022). Kesenjangan antara konsep dan implementasi kurikulum merdeka dalam aspek karakter. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(4), 560-572.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta. (2015). Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 69 Tahun 2015 tentang Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal.
Pratama, R., & Hidayat, T. (2024). Dampak media sosial terhadap degradasi karakter sopan santun peserta didik SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(1), 12-25.
Putri, A. R., & Nugroho, W. (2024). Model pembiasaan filantropi di sekolah melalui gerakan jumat berkah dan perelek. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 30-44.
Rahayu, S., Suherman, A., & Yulian, R. (2023). Analisis dimensi gotong royong dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 56(2), 301-315.
Rivaldi, M. D., & Benhar, D. S. (2025). Pendidikan sebagai Penjaga Warisan: Kajian Historis dan Strategi Pewarisan Kebudayaan Sunda. Jurnal Artefak, 12(1), 1–12.
Rosyid, M. (2022). Integrasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(1), 15-26.
Salsabila, E., Al-Ghifari, M. S., Nugraha, N. A. A., Salis, S., Syahidin, S., & Parhan, M. (2025). Implementasi Program Jumat Infaq dalam Meningkatkan Karakter Religus Anak di Ra Al-Ma'ruf Desa Tahai Jaya. RAJULA: Journal of Early Childhood Education Studies, 2(1), 10–16.
Santoso, B., Wijaya, H., & Kusuma, D. (2023). Krisis empati pada generasi Z: Sebuah tinjauan psikologi pendidikan. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(2), 88-99.
Saputra, E. (2025). Habituation as a moral pedagogy: Strategies for character building in Indonesian schools. Journal of Character Education Society, 5(1), 10-22.
Sauri, S. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sunda. Bandung: Refika Aditama.
Sauri, S. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sunda. Bandung: Refika Aditama.
Setiawan, D. (2024). Relevansi kurikulum merdeka dengan nilai-nilai kearifan lokal Sunda. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 15(1), 45-56.
Suharyanto H. Soro. (2023). Cara Mudah Memahami dan melakukan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Penerbit: CV. Semiotika. Anggota IKAPI.
Siregar, N., & Hakim, L. (2025). Manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal: Studi kasus program beas kaheman. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 9(1), 1-15.
Solihin, I. (2020). Tradisi perelek sebagai modal sosial masyarakat Sunda dalam perspektif pendidikan IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29(2), 110-120.
Suryana, Y., & Iskandar, D. (2021). Pendidikan karakter berbasis etnopedagogi di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 7(1), 34-42.
Susanto, H., Setiaji, A., & Sulastri, N. (2022). Strategi Internalisasi Nilai-nilai Akhlak dalam Upaya Membentuk Kepedulian Sosial Siswa. Jurnal Edumaspu, 6(1).
Wardani, K., & Kusuma, A. (2024). Penguatan identitas nasional melalui budaya sekolah berbasis kearifan lokal. Jurnal Kewarganegaraan, 21(1), 50-62.
Wibowo, A. (2022). Urgensi pendidikan karakter di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 1-12.
Wijaya, M. (2021). Pelestarian nilai kearifan lokal melalui ekstrakurikuler di sekolah. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(3), 220-230.
Wulansari, V. O. (2024). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Beas Kaheman dalam Menumbuhkan Perilaku Peserta Didik di SMPN 1 Tegalwaru Purwakarta. Jurnal Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(2), 537-548.
Yusuf, M., & Anwar, S. (2022). Metode pembiasaan dalam membentuk karakter peduli sosial siswa madrasah ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(2), 150-165.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suharyanto H Soro, Nana Herdiana Abdul Rahman, Feby Filga Cantika, Siti Nuraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



